Penis kecil, apakah normal ?

https://i0.wp.com/3.bp.blogspot.com/_p66VchL3WRo/SFNVa9I-O4I/AAAAAAAABUI/MMsEfbbg4H0/s320/man%2Band%2Bwoman%2Bin%2Bbed.jpg

TERNYATA ukuran organ seks tetap memengaruhi pemikiran pria saat berhubungan intim. Bahkan pada sebagian besar pria meyakini bahwa ukuran Mr P akan memberikan kualitas orgasme saat bercinta.

Banyak pria merasa kurang percaya diri dengan ukuran alat genital mereka lantaran termakan mitos yang beredar di masyarakat bahwa semakin besar ukuran Mr P, maka semakin kuat dan lihai seorang pria saat “bertempur” di atas ranjang. Benarkah?

“Sebenarnya ukuran bukan suatu masalah dalam berhubungan intim. Kaum pria selalu merasa tidak percaya diri dan tidak puas karena dia sendiri juga membandingkan Mr P yang dimiliki dengan ukuran orang lain, semisal dengan pria yang berada di blue film. Padahal ukuran pria normal Asia adalah 9-16 cm pada saat sedang ereksi,” ucap konsultan seks dari Klinik Curhat, Dr Iwan Setyawan saat berbincang dengan okezone, Selasa (14/10/2008).

Ukuran alat genital yang kecil juga sering dikaitkan dengan badan yang over weight. Mengenai hal itu Dr Iwan memiliki cara pandang yang berbeda.

“Ukuran ini terbentuk karena faktor bawaan, seperti kromosom dari lahir bukan karena kurus atau gemuknya seorang pria. Mr P pria terlihat kecil pada pria gemuk disebabkan banyaknya lipatan di sekitar paha dan menimbulkan kesan seolah-olah kecil. Padahal kalau dilihat secara normal, ini adalah ukuran yang wajar. Dan yang lebih penting adalah fungsinya bukan ukurannya. Fungsi ini seperti ereksi, kekuatan ejakulasi dan kualitas sperma, merupakan faktor utama,” paparnya panjang lebar.

Demi memberikan rasa puas, kaum adam sering melakukan berbagai cara agar ukuran dan bentuk Mr P dapat sesuai dengan keinginannya tanpa memikirkan efek samping yang dapat memengaruhi kehidupan seks mereka dengan pasangannya.

“Banyak cara dilakukan pria untuk menambah ukurannya menjadi lebih panjang atau besar, tentunya hal ini menimbulkan efek samping. Salah satunya ialah saat pria memperpanjang ukuran Mr P, maka hanya berpengaruh pada otot sebelah luar saja, tidak ada pengaruhnya pada otot sebelah dalam. Dengan ukuran yang panjang belum tentu ereksi akan menjadi maksimal, justru kaum pria mendapat sugesti yang bersifat sementara seperti lebih percaya diri dengan ukuran Mr P yang sekarang dimilikinya,” kata Dr Iwan.

Lebih lanjut Dr Iwan menuturkan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan pria untuk memperbesar atau memperpanjang Mr P. Yaitu dengan menggunakan lotion, merendam pada ramuan tradisional, atau bahkan ada pula yang menggunakan suntik silikon.

“Melakukan hal tersebut tentunya tidak efektif, karena tidak ada kepuasan maksimal yang dialami oleh kedua pasangan. Dengan mengubah ukuran Mr P bukan berarti ereksi lebih maksimal, namun yang terjadi justru membuat bentuk Mr P terlihat lebih jelek. Bahkan ada juga di antara mereka yang mengidap infeksi karenanya,” bebernya.

Masih menurut Dr Iwan, kondisi pria yang tidak percaya diri dengan organ intimnya, dapat dilakukan dengan jalan lain. Yaitu sebuah rekonstruksi. Namun hal ini dilakukan untuk memperbaiki Mr P yang bermasalah, bukan untuk memperpanjang maupun membesarkan alat genital itu.

“Mr P patah, kecelakaan atau kelainan bawaan dapat diubah melalui jalan operasi sehingga efek samping yang ditimbulkan pun masih bisa diminimalisir. Namun setelah melakukan hal tersebut ada beberapa efek samping seperti gatal-gatal atau alergi yang disebabkan reaksi obat,” ungkapnya.

Jika seorang pria menikmati hubungan seks yang dilakukan, bukan mustahil mencapai orgasme super dahsyat tanpa sempat memikirkan organ seks. Anda dan pasangan pun tetap dapat merasakan sensasi kenikmatan bercinta dengan berbagai posisi.

“Solusi untuk mengatasi permasalahan seperti ini tentu ada dari dalam diri dengan mengubah pola pikir. Dengan meyakinkan dalam hati bahwa ukuran bukanlah segalanya, tetapi yang paling penting adalah kualitas ereksi dan meyakinkan pasangan bahwa Anda memang bisa memuaskan ketika berada di atas ranjang. Hubungan intim akan terasa meyenangkan jika keduanya berada dalam kondisi yang sehat dan tidak malu ataupun ragu berkomunikasi untuk meraih kepuasan bersama,” pungkasnya.

~ oleh Thomas pada Maret 28, 2010.

2 Tanggapan to “Penis kecil, apakah normal ?”

  1. saya sangat berterima kasih atas info ini.namun bagi saya itu hanya penghibur saja.soalnya pasangan saya merasa sangat tidak puas dengan ukuran saya yg kecil dan mengakibatkan kurang dalam menusuk vaginannya padahal saya lama sekali ml dengannya bahkan ada yg hampir 56 menit.

  2. dok, sy cew umr 26. sdh 1 thn ni tiap mw mens slalu ada tmbul benjolan di vagina sy sprti jerawat, rasanya nyeri skali, tp hnya berlangsung 5 hr biasanya lgsg hlg, sy biasa kompres pkae rivanol molex sm betadine. sy takut skali dok, karna smpi skrg ttp berulang tiap bulan, sbnrnya sy sakit apa? apa trmasuk PMS????sy sdh cek kdkter kandungan tp obat2 yg diberikan sprti metronidazole, doxycycline, clyndamicin, ketoconazole mlah tmbh parah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: