Bak mendapat durian runtuh….

Manusia pada hakekatnya adalah makhluk sosial. Saya rasa semua akan setuju dengan pernyataan ini. Sehingga sudah menjadi sebuah kewajaran bahwa hidup saling berbagi lumrah untuk dilakukan.

2 Bulan terakhir ini, saya dan istri begitu merasakan begitu haru, bahwa orang yang bahkan belum pernah kami temui mau untuk membantu dan bahkan menggalang dana untuk penelitian yang saat ini sedang dikerjakan oleh istri saya. Bak mendapat durian runtuh…!!!

Menilik kondisi kami 2 tahun ini memang cukup “ngos-ngosan”. Di mana kami berdua harus sama-sama kuliah S2 dengan biaya sendiri. Proposal Beasiswa yang saya ajukan (BPPS) tahun 2008 ternyata harus saya kirimkan kembali di tahun 2009. Akhirnya saya memilih untuk tidak mengirim, karena kalaupun saya mengirimkan, kemungkinan beasiswa akan cair setelah saya lulus….jadi apa artinya? Tahun 2009 kemarin memang banyak sekali teman-teman yang nasibnya terkatung-katung karena beasiswa BPPS dari Pemerintah tak kunjung ada kejelasan, sehingga banyak yang kemudian mencari jalan keluar lain.

Menempuh pendidikan S2 dengan biaya sendiri memang sangat berat rasanya. Semester 1 dan 2 saya pun terpaksa harus kuliah bekerja sambilan, misalnya saja mengajar di Perguruan Tinggi Swasta atau bahkan sibuk mengerjakan proyek pengembangan sistem. Sehingga kemudian kuliah saya keteteran. Untung saja semua berhasil saya lewati dn saat ini merupakan detik-detik di mana saya harus menunggu Ujian Tesis….semoga saja bisa saya lewati dengan baik.

Untungnya, 2 bulan terakhir ini ada orang yang tersentuh dan begitu mulia hatinya dan bersedia memberikan bantuan finansial bahkan bersedia menggalang bantuan finansial untuk mendukung penelitian istri saya. Semoga Tuhan membalas budi baik mereka.

Cuma terkadang yang sering terlintas di benak saya, mengapa orang yang bahkan belum pernah kami temui mau untuk membantu?

Pertanyaan itu sampai sekarang pun masih menggelanyut di benak saya. Tapi kemudian saya berpikir bahwa mungkin kami menikmati apa yang menjadi buah dari perbuatan baik yang dilakukan oleh orang tua kami.

Hal-hal ini kemudian memunculkan sebuah kesadaran bahwa jika kita berbuat baik dengan saling berbagi, entah ilmu maupun materi, maka perbuatan berbagi itu tidak akan sia-sia. Entah besok atau lusa atau kapan, perbuatan baik itu akan berbuah dan berbalas, entah kami atau bahkan anak cucu kami yang akan menikmati hasilnya.

Menyoal berbagi, saya teringat beberapa orang kakak tingkat waktu saya kuliah S1. Saya banyak belajar dari mereka dan mereka sering meluangkan waktu untuk mengajari saya. Saya ingat waktu saya mulai belajar Pemrograman Pascal, untuk memahami konsep Pointer adalah cukup sulit, namun karena bantuan dari kaka tingkat saya, akhirnya saya pun kemudian  benar-benar paham apa bagaimana itu pointer.

Pengalaman itu kemudian membuat saya mau dan bersedia meneriman teman atau kenalan yang bertanya dan meminta penjelasan untuk suatu hal yang memang saya dianggap cukup mengerti. Dalam proses mengerjakan Tesis pun saya rasakan bahwa memang saling berbagi itu sangat mendukung penyelesaian Tesis.

Jadi, saling berbagi adalah suatu hal yang baik yang pasti akan berbuah baik juga, asalkan dilakukan dengan tulus dan tanpa pamrih. So….mari saling berbagi !

~ oleh Thomas pada Juni 8, 2010.

26 Tanggapan to “Bak mendapat durian runtuh….”

  1. great experiance…

  2. semoga duriannya runtuh trus gan
    biiar semuanya lancar
    hehe

  3. Setiap perbuatan baik sekecil apapun pasti ada balasannya…sukses selalu mas

  4. setiap kebaikan sekecil apapun pasti ada ganjarannya maka jangan ragu” untuk berbuat baik…sukses mas…

  5. Saya juga mau duriannya tu Mas..keliatannya yummy..
    Sukses ya…
    Hidup memang untuk berbagi..
    Salam🙂

  6. duriannya se enak, tapi kalo dah ketiban ogah dah…
    ampuuunnn…

  7. saya suka duriaaannn😀
    (http://yuliantip06.student.ipb.ac.id)

  8. amin…semoga sukses selalu…” tak ada yg tak bisa…”

    salam sahabat

  9. kalau kata teman2 ISBN,
    Berbagi memang tidak ada ruginya😉

  10. semoga semua lancar, dan bisa bagi2 durian runtuh juga sama yang lain..

  11. itulah sob,,
    rezeki tidak akan kita tau kapan datang dan dari mana akan muncul,,rezeki kita tidak akan tertukar oleh orang lain..perbanyaklah meminta kepadanya,,sang pencipta…
    (sory koq jadi khotbah)..he..he..

    http://Meidhyandarestablogme.wordpress.com

  12. mau dong duriannya..:q

  13. sy terharu membaca tulisan ini…..saya selalu berdoa agar semua yang dimiliki bisa membuat orang lain menjadi berarti. Karena saya sudah lebih dulu merasakan berkat Tuhan yang luar biasa dan diajarkan dalam keluarga kami. Maka walaupun saya belum pernah bertemu kalian berdua saya mengenal orang tua,opa serta oma dan kami pernah hidup berdamping sejak masa kecil dikompleks SPG Ambon. Orang tua kami adalah pendidik begitu juga ortu kalian dan mereka selalu berjuang setiap hari tanpa pamrih untuk menjadikan org lain tahu berpengetahuan, berbudi dan berarti bagi sesama….sebab itu sebagai generasi muda dalam keluarga kami, semoga uchan dan thomas dalam profesi awal sebagai pendidik , paham betul apa artinya mengejar terbaik dalam hidup masing-masing supaya dengan pencapaian yang kita peroleh kita dapat membagi dan memberi arti bagi kehidupan orang lain.Inilah tanggung jawab generasi demi generasi.Saya ingat pesan mamie ditangan ibulah seorg anak berhasil, sebab itu berjuang terus Suzan karena lewat kamu dan didukung thomas kalian akan memiliki tanggungjawab terhadap generasi berikutnya utk membuat org menjadi berarti dimanapun walaupun harus menerobos semua KETERBATASAN…GOD BLESS YOU…..dan saya berdoa serta menantikan keberhasilan kalian berdua pada pencapaian maximal yang bisa kalian capai.GOD GIVEN EQUIPMENT….

    • Tante Ale …terima kasih atas dukungan materi dan moril serta doanya…..terlebih atas kesediaan tante Ale untuk menggalang dukungan untuk kami. Beta sekeluarga mau ucapkan banya2 terima kasih untuk tante Ale, semoga tante Ale sekeluarga dan semua orang yang sudah begitu tulus mau mengulurkan tangan untuk bantu selalu dilimpahi berkat dari Tuhan. Katong sadar bahwa saat ini memang katong alami satu kondisi yang memang kurang mendukung, namun katong tetap yakin bahwa kalau ada kemauan semua persoalan katong bisa selesaikan akang. Tentu saja tidak dengan kekuatan sendiri, tapi dengan mengandalkan Tuhan. Ke depan, giliran katong dua untuk melanjutkan budi baik Tante ale dan semua yg su bantu katong dua…..tolong doakan katong dua supaya bisa lewati semua dengan baik.

  14. Saya ikut senang atas bantuan yang Mas Thomas terima.🙂
    Semoga dengan ini, kuliah Mas Thomas dan istri lancar terus ya. Semoga ujian thesis-nya lancar. Amin! ^__^

  15. Dua jempol buat artikel ini🙂. Salam kenal dari http://hndika.co.cc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: