Mengomentari Artikel di Blog yang bernuansa SARA

Sebenarnya saya paling segan untuk menulis artikel berbau SARA, terlebih masalah agama. Karena sangat sensitif dan berpotensi mendatangkan masalah jika yang ditulis bernada  provokasi. Namun rasanya mencermati beberapa artikel yang saya baca, bahkan ada juga artikel yang dilink ke blog saya, rasanya sudah saatnya saya memberikan sedikit komentar saya. Saya berharap teman-teman blogger kalau memang berminat membaca artikel saya ini, saya mohon artikel ini dibaca dengan penuh kedewasaan (ehem…..he he he he he….sorry rada dramatis).

Sejujurnya, latar belakang pendidikan saya memang bukan dari pendidikan yang menjurus ke masalah agama atau pengetahuan mengenai agama. Artikel yang saya tulis ini, boleh dianggap sebagai sharing pengalaman saya pribadi dalam kaitan soal toleransi beragama.

Saya lahir di keluarga besar dan dibesarkan di keluarga besar yang di dalamnya ada yang memeluk agama Islam dan agama Katolik. Saya sendiri memeluk agama Katolik, dan bahkan saya sudah dibabtis secara Katolik sejak saya masih bayi. Ayah, Ibu dan kedua adik saya adalah Muslim. Yang namanya toleransi begitu saya rasakan dalam keluarga saya. Setiap kali ada acara syukuran atau selamatan, selalu dilakukan dengan 2 cara, secara Muslim maupun secara Katolik. Setiap kali bulan suci Ramadhan, kami yang tak berpuasa bisa menghormati yang berpuasa, bahkan tak jarang malah ikut berpuasa, karena memang selain bisa menyehatkan juga bagus untuk belajar mengendalikan diri.

Sampai saat ini saya sudah hidup di 4 daerah berbeda di Indonesia. Dari lahir – lulus Sd, saya hidup bersama orang tua  saya di Lampung. SMP – SMA saya tinggal bersama Om saya di Jawa Barat, Kuliah S1 dan bahkan pernah kerja di JOgja selama 1 tahun. Setelah itu mulai 2003 sampai sekarang saya tinggal di Ambon. Kebetulan saya bekerja di Ambon dan istri sayapun memang orang Ambon. KEmudian 2008-sekarang saya kembali ke JOgja untuk melanjutkan studi ke jenjang S2.

Dari pengalaman saya tinggal di berbagai daerah itu, saya kemudian bahkan menguasai bahasa daerah masing-masing daerah tersebut. Saya sedikit banyak tahu bagaimana kultur dan budayanya.

Kembali ke soal agama, terus terang saya merasa trenyuh dan prihatin dengan banyak peristiwa yang bernada pencemaran agama, provokasi berlatar belakang agama dan bahkan kemudian tindakan anarkis yang berlatar belakang agama. Khusus mengenai hal ini yang ditulis dalam artikel dalam sebuah blog atau website, saya ingin memberkan sedikit pandangan saya.

Beberapa saat yang lalu, saya sempat masuk ke sebuah blog yang di situ diberitakan bahwa ada blogger yang menjelek-jelekkan agama Islam, dan beberapa hari yang lalu bahkan ada juga blogger yang memasukkan link ke blog saya yang isinya adalah pemberitaan mengenai agama Kristen yang katanya ditulis oleh orang beragama Islam yang marah karena ada blog yang menjelek-jelekkan agamanya.

Mari, sebelum kita mulai menuduh atau mulai memberikan komentar pedas atau bahkan mencela dan saling menghina, kita lihat dulu beberapa hal :

  1. Apakah sudah pasti si penulis artikel dalam blog tersebut atau adminnya memang adalah orang seperti yang dituduhkan ?? jika belum yakin, jangan memfitnah. Karena fitnah lebih kejam dari pembunuhan.
  2. Kita lihat dulu apa motivasinya ? jangan-jangan blog itu hanya ditulis dalam rangka menaikkan page rank atau bahkan jika lebih parah lagi memang blog itu ditulis dalam rangka provokasi dan memecah belah. Ingatlah, kebencian dan kemarahan hanya akan berujung kepada kehancuran. Dan dendam hanya akan meninggal kepahitan dalam hati.

Nah, bagaimana jika ternyata memang admin dari blog itu adalah memang orang yang dituduhkan ?

Saya di sini bukan menulis artikel untuk menggurui atau menasehati. Saya hanya ingin sharing pengalaman saya pribadi. Kalau tidak berkenan saya mohon maaf. Tidak ada maksud hati saya untuk menyinggung atau menyudutkan siapa-siapa.

Kalau saya katakan bahwa ajaran agama itu ada untuk membawa berkah dan kedamaian saya yakin anda setuju. Akan membawa keberkahan kalau ajaran agama dimaknai dengan baik dan benar. Mengenai berkembangnya blog yang menjelek-jelekkan  atau bahkan  mencela Yesus yang katanya ditulis oleh saudara-saudara yang beragama Islam. Saya ingin mengajak saudara-saudara yang beragama Kristen atau Nasrani, mari kita maafkan dan kita doakan. Semoga yang menulis blog diampuni. Jangan dicela atau kita balas menghina. Sebab Yesus bahkan sampai matinya di Salib mau mengampuni orang-orang yang menyalibkan Dia. Ingat hukum kasih yang diajarkan oleh Yesus, bahwa kita harus mengasihi kawan dan bahkan kita harus mengasihi orang-orang yang membenci kita.

Buat saudara-saudara yang beragama Muslim, ingat bahwa Yesus adalah Nabi Isa AL, yang juga ada tertulis dalam Al Quran. Bukan saya merasa lebih pintar atau sok pandai. Al Quran tentu saja adalah wahyu dari Allah, yang kebenarannya sudah anda yakini dan anda imani. Saya yakin sekali dengan hal itu, sebagaimana saya meyakini kebenaran yang tertulis dalam Alkitab.  Jadi jika ada saudara yang beragama Muslim yang kemudian mencela bahkan menghina Yesus, sama artinya dengan menghina dan mencela Nabi Isa AS. Toh pun jika ditemukan adanya tafsir atau beda pandangan dalam menilai sosok Yesus, itu tergantung dari pandangan Iman masing-masing. Masalah iman adalah hal yang tidak bisa dinalar dengan logika. Masing-masing tentu saja meyakini kebenaran iman masing-masing. Yang menjadi masalah adalah manakala salah satu kemudian menyalahkan pihak lain yang tidak sepandangan. Saya pernah mendengar sebuah Hadist Nabi Muhammad yang mengatakan bahwa “Jika ada setitik saja kesombonganmu, maka pintu surga tertutup bagimu !”. Dari sejak semual Nabi Muhammad sudah mengajarkan agar umatnya menjadi umat yang tidak sombong. Atau mari kita lihat ajaran Yesus yang secara substansial sama dengan ajaran Nabi Muhammad “Barang siapa meninggikan dirinya maka dia akan direndahkan”. Makda dari ajaran tersebut adalah agar kita tidak sombong. Adalah hal yang wajar jika saya dan anda meyakini kebenaran iman kita masing-masing. Tetapi jangan sampai kemudian kita menyalahkan dan menyudutkan pihak lain yang berbeda pandangan iman dengan kita. Itu namanya kesombongan iman.

Sungguh saya mau katakan, bahwa Nabi Muhammad adalah sosok yang juga saya idolakan. Saya tuliskan kalimat ini dengan penuh kesungguhan hati. Sayapun merasa marah pada saat mengetahui hal itu. Tetapi kemudian saya berpikir, motivasi apa di balik itu semua ?

Kawan, Nabi Muhammad pada masa kenabiannya, tidak sedikit mengalami tantangan dan bahkan usaha-usaha untuk membunuh beliau sering kali dilakukan oleh orang-orang yang tidak setuju dan menentang apa yang di wahyukan oleh Allah kepada beliau. Dicaci, dimaki, dihina dan dicela sudah pasti seringkali beliau rasakan. Tetapi apakah kemudian beliau membalas dengan cara yang sama? Beliau sudah memberikan kita contoh yang begitu bagus dan mulia. Bahkan asalah toleransi agama pun ada sebuah ayat yang jika saya terjemahkan artinye kira-kira “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. WAh….sebuah ajaran yang mulia. Artinya sejak awal beliau sudah mentolerir adanya perbedaan. Jadi jika Nabi Muhammad saja bisa seperti itu, bagaimana dengan kita ? bagaimana dengan anda?

Saya Bangga menjadi orang Nasrani tetapi saya juga sangat bangga menjadi Bangsa Indonesia !

Kawan, mari kita lihat sebuah skenario. Bayangkan saja jika para penulis blog berbau penghinaan agama itu memiliki motivasi untuk memprovokasi dan memecah belah dan kemudian kita terpancing ?

Bukan tidak mungkin para penulis blog itu adalah orang-orang yang tidak suka melihat kita hidup rukun dan berdampingan. Dan ingin agar kita lalu terpecah belah dan saling menghina, menghujat dan bahkan bisa-bisa berujung pada perpecahan dengan dibumbui kekerasan ? Jangan sampai gara-gara cara menyikapi yang membabi buta dan tak pakai pertimbangan yang baik dan benar, maka ada banyak pihak dan bahkan negara lain yang bersorak-sorai mellihat perpecahan yang terjadi di Negara Kita ?

KAwan, saat ini Bangsa Kita Bangsa Indonesia yang kita cintai ini sedang “Sakit”…jangan menambah sakit lagi dengan penyikapan yang saling mencela, saling menghujat dan bahwa saling menyakiti.

Hidup rukun dan saling toleran adalah indah. Jangan biarkan diri anda masuk ke dalam arus perpecahan. Kita lihat semua hal dengan mata yang jernih dan hati yang bersih. Jangan Biarkan pikiran kotor perpecahan merusak damai di Bumi Pertiwi.

Mohon maaf jika ada kesalahan dalam artikel ini, atau jika ada yang kurang berkenan di hati teman-teman semua.

~ oleh Thomas pada Mei 9, 2010.

67 Tanggapan to “Mengomentari Artikel di Blog yang bernuansa SARA”

  1. saatnya Bhineka Tunggal Ika kita jadikan acuan, artikel yg sangat bagus. kata kuncinya “saling Menghargai”

  2. Asalammu’alaikum wr. wb

    Salam kenal,
    Artikelnya bagus, saya sendiri muslim dulu tinggal dilingkungan Nasrani. Induk Semang saya seorang Katolik yang Taat, dan Beliu sangat menghargai Toleransi beragama (ada Sarjada dan Mukena). dirumahnya. Jadi selama saya tinggal disana selalu sholat dan beliu sendiri selalu menggingatkan saya untuk sholat tepat waktu.
    Sungguh perlu Hati yang sangat besar dan lapang untuk menerima apa itu TOLERANSI beragama.
    Jujur aku RINDU, akan banyak hal….

    maaf kalau saya salah bicara/nulisnya

    Walaikum’salam wr. wb

  3. biasanya saya cuma baca doang klo ada artikel agama, paling juga nanya doang

  4. thnx for sharing

  5. Saya setuju sekali dengan Mas Thomas. Salah satu piagam HAM pertama yang dirancang oleh Nabi besar Muhammad SAW telah menyepakati toleransi dalam beragama.
    Salam kenal, artikel yang bagus.
    Mampir ke http://hndika.co.cc.

    • begitulah saudaraku…..kalau yang kita idolakan dan kita jadikan panutan aja sudah memberkan contoh dan teladan yang demikian luar biasa, mengapa kita yang mungkin dari segi iman dan pengetahuan minim kok malah merusak teladan yang sudah diberikan…..salam hangat.

  6. Kece jg neh posting nya,…

  7. bener bngt nih mas thomas🙂 tipe seperti ini sama aja memanfaatkan blog untuk ajang curhat atao sharing pendapat yang ga masuk akal seperti di situs jejaring sosial. seperti Post saya mengenai Etika di Dunia Maya.

    Bagi saya sendiri agama itu merupakan salah satu cara untuk mencapai pengembangan diri dan juga sebagai pegangan. tidak perlu dibeda-bedakan ato dihina karena pada dasarnya sama🙂 ayah saya juga beragama Islam sedangkan saya dan adik-adik saya beragama Katolik tapi kami tetap saling menghargai aja kok🙂

    sebenarnya hanya masalah saling toleransi dan menerima, tidak ada agam yang lebih baik satu sama lain. salut untuk postingannya😀

    sukses selalu yah mas thomas.. kpn2 maen lg yah ke blog saya😀 ditunggu loh kunjungannya😀

  8. Tq sob atas artikelnya…mudah2n aku gak terpancing emosi dengan blog yg berbau sara begituan…salam

  9. Memang hal ini adalah sesuatu yang sensitif. Perlu pemahaman yang lebih untuk bisa mengerti bahka kita berada pada lingkungan yang memiliki latar belakang yang beragam

  10. wah ngga tau nih orang sekarang emang mudah terprovokasi,
    hidup itu butuh toleransi,
    padahal dari pada ngomonin SARA masih banyak hal sosial di sekitar kita yang butuh perhatian dan pemberitaan ke dunia luar supaya suara mereka menjadi berarti

  11. memang harus hati-hati untuk yang satu ini, sensitif sekali!

  12. heheh
    kalau saya comment ya
    kalau saya paham ajah
    apalagi tentang SARA
    gharus ekstra hati2
    thanks yawa

  13. saya juga rada takut komen ke blog religi, takut salah ngomong

  14. senang melihat anda memposting ini, di posting sebelum ini saya membaca beberapa koment dari teman-teman, yang sebagian besar mengira anda bagian dari mereka. Saya juga bangga sebagai Muslim,seperti anda bangga dgn agama anda🙂, agama adalah hubungan manusia dgn Yang Di Atas. hubungan kita sebagai sesama manusia saling menghormati dan memberikan sinergi terbaik yang kita miliki untuk kemajuan bangsa. Maju dan Damailah Indonesiaku.

  15. Hidup pluralis

  16. Postingannya bagus banget Sob . Saya juga Bangga jd orang Nasrani .

    Salam

  17. setuju😀 kalo di blog yang berbau sara aku malas untuk memberikan komentar.

    aku juga katolik🙂

  18. di blog In juga pernah In posting yg isinya
    mirip2 jauh dgn ini hehe…
    http://iinsyah.wordpress.com/2010/02/15/belajar-jadi-paranormal-gratis-iinsyah/
    salam,…

  19. trima kasih tlah posting komentar di blogsya……

  20. Nice post pak

  21. anti SARA, ya saya setuju aja biar tidak perang. ada sedkit tambahan nih… lama-lama anti SARA bisa mengarah pada sekulerisme dan pluralisme. yah… jangan dianggap deh komentar kosong ini.

    • Bukan anti SARA….tetapi muatan SARA sebaiknya jangan saling melecehkan yang mengarah pada perpecahan.
      MAsalah sekularisme itu memang udah menjadi tren, tergantung kita aja, mau ikut arus atau nggak. Nah, yg pluralisme, bangsa ini dari awal sudah pluralisme….hal itu harus disadari dan dijaga, agar tidak berpotensi menjadi sumber masalah

      salam

  22. inilah gunanya seorang SAHABAT..saling mengingatkan…dan menjaga
    paling tidak kita ingat kembali bahwa kita Ber-PANCASILA.

    salam sahabat,

  23. menarik bgt bos
    nice post

  24. .Ow. . .
    Ya Saling toleransi n menghormati ja hehe. . Siip bgt postingannya ( padahal q dulu nulis yang jelek2 pada blog antara agama yang berseteru) La gmn lagi agamaku dijelek2’an ug., jelas bgt tulisannya,
    salam..

  25. Ow. . .
    Ya Saling toleransi n menghormati ja hehe. . Siip bgt postingannya ( padahal q dulu nulis yang jelek2 pada blog antara agama yang berseteru) La gmn lagi agamaku dijelek2’an ug., jelas bgt tulisannya,
    salam..

  26. wah kalo saya malah bingung kalau mau komen di blog yang bernuansa religi, yakut salah ngomong

  27. Like this🙂. Gmana pendapat anda tentang Gus Dur yang pluralis?

  28. Yap, jangan sampai kita terpancing oleh tulisan2 provokatif seperti itu.😦

  29. maka dari itulah ku tutup accountku…. aku lebih enakknya jadi penengah saja…tolong jangan diambil pusing… jangan putus asa yah..sekalipun jalannya masing2…smile dongggg thomasss🙂 ngapain dibikin pusing… biar sama aku aja gimana?? hmmm

  30. tidak boleh ada perpecahan lagi salam hangat dari kami…meskipun saya orang islam… yah tolong di maafkan yah…kita semua secinta tanah air betul nggak….

  31. saya minta maap😦 apakah aku yang anda maksud

    • Maaf….saya tidak bermaksud menyinggung siapapun. Saya hanya ingin membawa semangat kebersamaan. Mohon maaf, saya juga tidak bermaksud memposting tulisan ini untuk anda. Semoga kita bisa hidup rukun dan damai. Karena damai itu indah.salam.

  32. Entah apa motivasi dibalik tulisan-tulisan yang saling menjelek-jelekkan agama itu. Heran saya, kenapa juga buang-buang waktu dan pikiran untuk hal-hal seperti itu? Dan sangat disayangkan, banyak orang yang justru terpancing dengan tulisan-tulisan yang berabu provokasi seperti itu😐

  33. dalam islam toleransi itu adalah tidak mencampuri urusan org lain yg beda agama dlm agama, bagimu agamamu bagiku agamaku. ikut ibadah agama org lain dlm ibadahnya itu bukan toleransi. bukankah toleransi dlm islam sangat bijaksana sehingga tdk ada pihak yg dirugikan ataupun merasa tercampuri. jika ada saudara kami yg islam melakukan pelecehan terhdp agama org lain bisa dipastikan dia blm memahami islam secara kaffah dan kewajiban kami mengingatkannya

    • Setuju banget…..Yang jelas saling menghargai dan saling menghormati eksistensi masing-masing adalah hal yang mulia. Dan saling mengingatkan adalah juga hal yang bagus dan bisa mencegah adanya tindakan yang menjurus ke perpecahan dan saling menghina serta melecehkan

      salam

  34. blue datang direntang kegelisahan om Thom………….
    sebenarnya kehendak sahabat yg memang lebih berpedoman pada Sara semestinya tidaklah ada namun kita tak bisa menutup mata untuk sekeliling kita bahwa pasti ada yang lebih memaknai Sara tersebut
    dan senangnya blue belum dan tak akan pernah mendekat pada Sara yang negayive
    di postingan terdahulu blue (meski Muslim) namun jiwa seni blue suka menulis about agama nasrani,hindu dan lainnya…karena memang sahabat blue beda beda agamanya dan blue sangat terbuka untuk persahabatan yang dilandasi ragam agama
    OM………..
    sebijak apapun kita mesti bersabar dan tidak merasa terbebani olehh mereka yg blue juga tidak begitu menyukainya (terlalu mendzolimi Sara tersebut)
    om…..dalam kasih Tuhan dan atas nama Bapak dan roh kudus blue berharap om tetap bersemangat menjalin persahabatan
    ragam agama dan pelukan agama sahabat meski kita terima dengan keikhlasan
    selalu ada kebahagiaan jika om serta sekeluarga selalu merasa nyaman dengan agama yg om anut
    salam hangat dari blue

    wah………..blue sok tahu y om.sok lebay nich jadinya……….heheh
    maafkan jikacomand blue terlalumenghabiskan kolam jawaban ini…….love u forever penuh kasih sayang persaudaraan dari seorang bluethunderheart serta rekan

  35. Saya salut untuk posting anda yang sangat menarik ini.
    Permisi mengenalkan blog http://www.harisistanto.wordpress.com.
    Terima kasih.

  36. wah , menarik sekali..
    kunjungi juga ya..🙂
    http://punzjrs24.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: