Testimoni Sang Istri

Tulisan ini saya dedikasikan untuk suami saya :

Thomas Andrianto sebagai seorang pendamping dan ayah terhebat  bagi keluarga kecil saya…

**Biarlah cinta yang sudah berbuah tetap segar dan terjaga….p.s : I Love You

Sore itu ( sehari sebelum saya terinspirasi untuk membuat tulisan ini ) kami sedang menikmati teh sariwangi sambil menikmati gerimis yang sejak pagi tak bosan-bosan mengguyur kota GUDEG. Diiringi alunan instrumentalnya Kenny G bertitel The Wedding Song, kami membuka album foto pernikahan kami. Kami lalu berbagi lagi kenangan dulu waktu kami “jadian”…dimana saat itu mas Thomas  ( begitulah biasanya saya menyapa “hangat” suami saya “sehangat teh sariwangi kesukaannya” ) mendapatkan nomor telepon saya dari temannya. Saya yang statusnya saat itu adalah mahasiswa pada fakultas MIPA sebuah universitas swasta di Yogyakarta pada tahun 2000, memang mengumpulkan data diri yang sudah menjadi salah satu ‘prasyarat’ OSPEK di komunitas ‘baru’ saya tersebut, dan kebetulan sekali Mentor saya adalah sohibnya mas Thomas, sehingga dengan mudahnya dia ‘menyontek’ data diri saya sekaligus mengcopy nomor telepon saya di ‘memory’nya.

Setelah melewati penjajakan kurang lebih sebulan, kami pun memutuskan untuk berpacaran, kemudian dua tahun setelah itu, tahun 2003, tepatnya pada bulan Juli, kami dan pihak keluarga pun mengadakan proses pertunangan. Banyak juga teman-teman yang mempertanyakan keputusan kami untuk memutuskan pertunangan secepat itu, bahkan semakin banyak yang bertanya-tanya saat kami juga dalam waktu kurang dari setahun setelah bertunangan, memutuskan untuk menikah pada tanggal 14 April 2004 saat usia saya saat itu baru akan menginjak 21 tahun dan mas Thomas 24 tahun ( berarti saya  akan berusia 27 tahun pada tanggal 14 Mei 2010 dan Si penggemar Yngwie Malmsteen ini akan genap berusia 30 tahun, tepatnya di tanggal 5 Mei ) . Kami berpikir keputusan kami tidak keliru dan bukan sesuatu yang ‘heboh’, karena proses kematangan atau pendewasaan dalam menentukan sikap bukan dilihat pada usia kami yang muda namun bagaimana kami berkomitmen untuk menyelesaikan segala permasalahan dengan cukup bijak. Kami banyak berguru pada kedua pasangan orang tua kami dalam menjaga keutuhan rumah tangga hingga hanya maut yang bisa memisahkannya,

Sekarang sudah hamper enam tahun kami mengayuh bersama bahtera rumah tangga kami, sebagai pilar utama dan bapak keluarga, suamiku tiada duanya. Banyak hal yang kami lalui, bahkan yang pahit sekalipun, dalam konflik saat klimaksnya , suamiku juga mampu menjadi operator anti klimaksnya. Pernah kami sempat salah paham karena banyak sms (pesan singkat) yang masuk via handpone saya dengan isi yang kurang jelas dan memancing kemarahan: misalnya mengajak kenalan lah, minta id YM –lah..hal itu terjadi kemungkinan karena info yang saya masukkan dalam jejaring sosial, padahal hanya dengan maksud untuk memberi informasi pada Kerabat atau teman-teman. Untungnya Mas Thomas menanggapi dengan sangat bijak, menurutnya sms- sms tersebut jika memang perlu ditanggapi ya boleh, namun jika ada yang isinya tidak penting untuk ditanggapi ya tidak perlu. Ya Ampun, saya bersyukur sekali atas tanggapan suamiku, saya tidak bisa membayangkan jika saya di posisinya, waduh,. Bisa Perang dunia mungkin..hmm. Mas Thomas sangat memahami saya ( istilah anak-anak sekarang : ngerti gue banged! ), dalam hal-hal sekecil apapun, terutama saat saya sedang  emosi, maklum saya berdarah Indonesia Timur ( Maluku-red) yang terkenal “cepat naik pitam”. Saya selalu memohon  kepada Tuhan agar kami berdua senantiasa diberi umur yang panjang dan kesehatan serta kebijaksanaan untuk membesarkan kedua Putra kami, Imanuel Jofranco Andrianto dan  Joe Satriani Gracio Andrianto.

~ oleh Thomas pada April 13, 2010.

51 Tanggapan to “Testimoni Sang Istri”

  1. Wahh ceritanya manis dan hangat, bikin yang baca jadi tersenyum. Seperti sore-sore hujan terus minum teh manis hangat. It’s one of the blessings in life we must treasure.

    Saya doakan keluarga Anda sehat dan bahagia selalu. Saya ingin belajar dari mas Thomas gimana caranya menjadi suami yang baik nih. Untuk bekal saya nanti🙂

  2. Sip dah! … Semoga Awet, sampe kakek – nenek …🙂

  3. nice …tuh critanya…
    kena banget….

  4. Nice blog mas, sangat rapi. Saya mau sering-sering mampir, melongok kebahagiaan dan cerita yang terlampir di sini.

  5. Salam.
    Cerita cinta indah, ya. moga abadi

  6. Indahnya,,,

  7. 6 tahun bukan waktu yang singkat sob. proficiat!

  8. @All : thanks buat koment, kunjungan dan doanya….

    salam.

  9. mantabbb ..

    numpang nglink ya..😀

    http://serbamiliter.wordpress.com/2010/04/14/tahun-1960-an-militer-indonesia-sangat-menakutkan/

    tq

  10. Lanjutkan…….!!!

  11. semoga selalu harmoniz
    salam hangat dari blue

  12. sungguh sebuah perjalanan yg sangat manis..moga bahagia selamanya…
    thanks dah berkunjung..

    salam.

  13. So Sweet. Semoga sakinah mawadah warahmah selamanya. Amiin
    Trimakasih telah berkunjung.

  14. Semoga Sakinah Mawadah Warahmah, selamanya🙂

  15. hhmm coba setiap testimoni begini indah lah pastinya heheheh

    salam

  16. salam..
    sahabat..wah kisah yang sungguh manis sekali..
    moga usia perkahwinan ada akan kekal berpanjgan..amin

  17. Bentar lagi aku kan memiliki istri
    Semoga juga solehah🙂

  18. duchhh so sweeetttt…
    mudah mudahan kelak aku juga mendapatkan istri yang solehah
    amiennn…
    jadi pingin nikah wakkwka😀

  19. duchh indah banget yah dalam rumah tangganya… mudah-mudahan kelak aku akan seperti mas thomas.. amien…

  20. Semoga pernikahannya tetap bertahan sampai kematian memisahkan.

  21. semoga tak ada marabahaya yang mengganggu keutuhan keluarga, amin

  22. Haloo.
    terima kasih atas kunjungan nya.
    mungkin anda tersasar dan masuk pada blog ane.
    hehe..
    Lucu juga ya di blog nya ada testimoni dari sang istri.
    Inspiring, semoga ntar kalo udah ga jomblo sang pacar mau menulis di blog saya.
    salam blogger
    ;p

  23. bro salam kenal juga ya…

  24. Tabea…. Senang jumpa Anda lewat Blog. Thanks,-

  25. semoga hubunganku juga bisa lancar… mau nikah tahun ini… nama anaknya keren… salah satu gitaris favoritku…

  26. testimoni yang indah…didoakan semoga langgeng sampai aki-nini.
    Mas thomas wong yogya tho, salam…

  27. P.S : buat sang istri ..tetap dijaga dan dipertahankan karena keluarga adalah segala-galanya.semoga doanya terkabul..amin.
    P.S : bro…bagus banget testimoni-nya…gak ada duanya dan gak pernah aku baca sang istri memberikan testimoninya di blog suaminya.

    SALUTE

    Salam buat keluarga.

  28. wowww .. romantis abis ceritanya…
    semoga bahagia selamanya…

  29. so sweet, semoga berbahagia selalu bersama keluarga ya…

  30. happy wed life mas n mbak nya
    😉

  31. Wah, nama anaknya Joe Satriani!😀 Mantab!😉
    Semoga diberi umur yang diberkahi oleh Tuhan, ya.🙂

  32. Terkadang melihat dari sisi yang jarang sekali kita pakai untuk melihat kita akan menemukan hal yang tak terduga…

  33. ada iklan sariwangi masuk ya? eniwei sebagai istri, cukup asyik kamu…terbuka dan jujur…

    mudah2an bahagia selamanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: