6 Alasan Perempuan Bereksperimen dengan Perempuan

I kissed a girl and I liked it/ The taste of her cherry chapstick/ I kissed a girl just to try it/ I hope my boyfriend don’t mind it/ It felt so wrong/ It felt so right/ Don’t mean I’m in love tonight/ I kissed a girl and I liked it/ I liked it…”

Masih ingat kan, dengan lagu milik Katy Perry ini? Lagu itu menceritakan seorang perempuan yang bereksperimen dengan perempuan lain. Ia merasa bersalah dan berharap pacarnya (pria, tentunya) tak keberatan dengan eksperimennya karena ia menyukainya.

Anda tentu juga masih ingat adegan ketika Madonna dan Britney Spears berciuman dalam acara MTV Video Music Awards 2003. Atau ketika Sandra Bullock mencium Meryl Streep saat menerima penghargaan Best Actress pada ajang Critics’ Choice Awards Januari lalu. Ciuman ini terjadi karena Sandra begitu dipenuhi kebahagiaan saat itu dan mengekspresikannya dengan mencium Meryl (yang tidak menolaknya).

Pemandangan ini menggambarkan betapa ciuman antara dua perempuan tidaklah selalu berkaitan dengan ketertarikan seksual. Seorang perempuan heteroseksual bisa saja merasa begitu nyaman dengan dirinya dan diri teman perempuannya sehingga mampu mengungkapkan perasaan sayang secara intim.

Meskipun demikian, tak dapat dimungkiri bahwa banyak perempuan yang merasakan ketertarikan seksual pada rekan perempuannya. Hal inilah yang mendorong mereka melakukan eksperimen satu sama lain. Hasil dari eksperimen semacam itu adalah, ada perempuan yang lalu menyadari bahwa dirinya bukanlah lesbian, ada pula yang makin yakin bahwa dirinya penyuka sesama jenis.

“Kebanyakan perempuan umumnya mendapat pengalaman seksual dengan sesama jenis satu atau dua kali dalam hidup mereka. Tetapi mereka tidak menganggap diri mereka lesbian, hanya ingin tahu saja,” ujar Suzi Godson, pakar seks dan hubungan di The Times dan penulis The Sex Book.

Ada beberapa hal yang mendasari mengapa perempuan ingin bereksperimen dengan perempuan lain:

1. Untuk merasakan sesuatu yang berbeda
Hal ini cenderung sulit dijelaskan karena sering kali bukan ketertarikan seksual yang dirasakan. Ketika melihat perempuan lain yang cantik, pintar, dan wangi, seperti apa ya rasanya berdekatan dengan dia? Mengapa pria begitu terobsesi dengan payudara perempuan? Apa yang dirasakannya saat bersentuhan dengan titik sensitif perempuan tersebut? Apabila perempuan bisa mengagumi keindahan tubuh perempuan lain, bukankah itu berarti lebih mudah pula memberikan dan merasakan sentuhannya?

2. “Nyambung” secara emosional dan verbal
Tentu Anda tahu bahwa pria sering kali sulit memahami wanita. Oleh karena itu, eksperimen dengan sesama perempuan sering kali berangkat dari kemampuan perempuan saling memahami bahasa verbal mereka. Perempuan bisa terbuka dan berbicara sejujur-jujurnya. Bukankah sebenarnya ini kunci dari hubungan seks yang baik?

3. Mengobati sakit hati
Ketika baru berpisah dengan pasangannya, perempuan tentu tetap merasakan saat-saat horny. Selain sedang tak punya pasangan (pria), perempuan mungkin juga sedang tak ingin terlibat dengan pria. Maka, ia pun akan mencoba melakukannya bersama sesama perempuan, entah itu teman lama atau teman yang baru dikenal. Bagaimanapun juga, dalam seks juga ada unsur kehangatan yang didapatkan sehingga perempuan merasa didampingi seseorang yang berpihak kepadanya.

4. Lebih lembut
Perempuan memiliki bibir yang lebih lembut dan mencium dengan lembut pula. Hal ini yang membedakan dengan pria. Ketika merasa bernafsu, pria cenderung mencium terlalu “bersemangat”.  Mereka juga selalu melibatkan air liur terlalu banyak saat mencium.

5. Perempuan lebih pintar seks oral
Pria sering kali tidak tahu mana bagian yang menyenangkan untuk disentuh, terutama di area vagina. Perempuan, di pihak lain, tentu tahu hal ini dan tahu bagaimana menyenangkan perempuan lainnya saat bereksperimen dengan seks oral. Lagi pula, tidak ada kumis yang baru dicukur sehingga terasa kasar saat menyentuh area tersebut.

6. Tidak jorok
Perempuan senang melakukannya di tempat yang bersih, dengan seprai yang baru diganti. Ketika ingin buang angin, perempuan tentu akan keluar dari kamar atau setidaknya menyingkir. Pria justru sebaliknya, cenderung buang angin sembarangan dan menganggapnya lucu.

~ oleh Thomas pada Maret 31, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: