Digital Library


Dari segi data dan dokumen yang disimpan di perpustakaan, dimulai dari perpustakaan tradisional yang hanya terdiri dari kumpulan koleksi buku tanpa katalog, kemudian muncul perpustakaan semi modern yang menggunakan katalog (index). Katalog mengalami metamorfosa menjadi katalog elektronik yang lebih mudah dan cepat dalam pencarian kembali koleksi yang disimpan di perpustakaan. Koleksi perpustakaan juga mulai dialihmediakan ke bentuk elektronik yang lebih tidak memakan tempat dan mudah ditemukan kembali. Ini adalah perkembangan mutakhir dari perpustakaan, yaitu dengan munculnya perpustakaan digital (digital library) yang memiliki keunggulan dalam kecepatan pengaksesan karena berorientasi ke data digital dan media jaringan komputer (internet) .

Digital Library (DL) atau perpustakaan digital adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku atau tulisan, gambar, suara, dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronik melalui jaringan komputer. Istilah digital library sendiri mengandung pengertian sama dengan Electronic Library dan Virtual Library.

Ide pertama kali digital library muncul dari sebuah angan-angan H.G. Wells di tahun 1938, yang mana Wells ingin membangun sebuah ensiklopedia dunia yang tersedia dimana-mana. Ide tersebut baru mendapatkan titik terang ketika teknologi komputer pertama kali dikenal oleh masyarakat luas sekitar tahun 1980-an. Sebenarnya, alasan utama pembangunan digital library adalah agar supaya koleksi perpustakaan tersebut cepat dan mudah diakses, ringkas dalam penyimpanan serta mudah dalam hal penggandaan. Sehingga isi atau content sebuah digital library adalah sama dengan perpustakaan konvensional. Hanya saja bentuk format penyimpanan yang berbeda, dimana digital library menggunakan format elektronik. Beberapa istilah koleksi yang utama dalam sebuah digital library adalah sebagai berikut :

  1. Skripsi, thesis maupun disertasi ataupun jurnal yang telah dirubah formatnya menjadi format digital.
  2. Gray Literature (Litaratur kelabu), adalah bahan-bahan perpustakaan yang tidak dipublikasikan pada jalur formal atau tidak tersedia secara komersial. Sebagai contoh: Laporan penelitian karya ilmiah, hasil seminar, majalah ilmiah, ataupun tulisan staf akademika yang terpublikasi secara lokal.
  3. Video, Clip dan sejenisnya yang biasanya digunakan pada proses belajar mengajar. Seperti koleksi dari Discovery-Channel, History-Channel dan lainnya.
  4. electronic-Book (eBook), yaitu buku-buku yang memang sudah dalam format elektronik saat diproduksi.
  5. electronic-Journal (eJournal), yaitu jurnal-jurnal yang bertaraf nasional dan internasional yang sudah tersedia dalam bentuk elektronik.
  6. Lain-lain seperti: brosur-brosur, foto-foto, kliping koran atau majalah serta dokumen-dokumen sebagai arsip lembaga yang memungkinkan untuk dipublikasikan secara digital.

~ oleh Thomas pada Maret 25, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: